5 Barang yang selalu ada di Tas

Day 8

Setelah bongkar-bongkar mengenai fakta diri, kini saya diharuskan pula untuk membuka rahasia umum tentang benda-benda utama yang selalu ada di dalam tas pribadi saya.
(padahal benda-bendanya recehan juga.. hehe)


Isi tas kebanyakan orang, atau perempuan khususnya menurut saya pasti-lah tidak jauh berbeda. Dua benda paling utama, sudah tentu dompet dan perangkat elektronik handphone beserta charger dan earphone-nya. Siapa sih yang sanggup hidup jauh-jauh sama mereka? (Halah)
Dua nomor selanjutnya diisi alat kecantikan dan kebersihan diri. Nah.. untuk nomor lima atau point terakhir, ini-lah benda yang paling sulit untuk di "terka" jawabannya.

Saya pribadi, saya menganut paham yang sama dengan kebanyakan wanita pada umumnya untuk dua benda paling utama yang ada di dalam tas.


Dompet


Jika diharuskan memilih, antara dompet dengan handphone. Saya akan memilih dompet, karena saya tidak bisa hidup tanpa uang. Hahaha. Makanya dompet saya tempatkan di urutan pertama.
Tapi dengan syarat, dompetnya harus berisi uang atau saldo atm yang cukup. 

Jaman gini bisa bayar apa-apa dengan menge-tap handphone?
Jangan lupa, Handphone juga bisa habis baterai dan kehilangan signal lho. 

Dompet juga kan tidak melulu soal uang, didalamnya ada sejumlah kartu identitas diri yang penting. Apalagi ketika mengendarai kendaraan di jalan besar, jangan sampai di-tilang pada saat razia karena kelupaan membawa dompet.


Handphone (beserta charger dan earphone-nya)


Biarpun saya bukan orang sibuk yang banyak dihubungi orang, saya tetap butuh handphone dan termasuk yang tidak bisa jauh-jauh dari benda ajaib ini.
Alasan pertama selain sebagai alat komunikasi adalah saya bisa menggunakan banyaknya fitur-fitur aplikasi yang disediakan di dalam tubuh perangkat pintar bertubuh mini ini, untuk sekedar membunuh rasa bosan. 
Untuk mendengarkan musik dan bermain game, misalnya.
Atau mantengin instagram mantan. Haha



Kacamata dan Hard Case-nya


Mata kiri saya minus, dan mata kanan saya silindris. Maka saya harus pakai kacamata, atau membawanya untuk sekedar berjaga-jaga.
Meski seringnya saya menggunakan softlens minus, yang menurut saya pribadi nggak ribet dan tidak membuat saya terlihat lebih tua berbeda seperti ketika saya mengenakan Kacamata. Hehe.
Terlepas dari seberapa nampak tua-nya saya ketika memakainya, kacamata menjadi salah satu benda wajib yang harus saya bawa setelah dompet dan handphone.



Seperangkat alat untuk mempercantik diri.


Jangan bayangkan kata seperangkat itu berarti terdiri dari banyak hal yang rumit-rumit.
Karena seperangkat alat kecantikan yang saya maksud hanya berisi tiga benda. Pelembab, bedak tabur dan lipstik.
Malah ketika saya tidak pergi seharian atau sedang berhalangan untuk beribadah, saya tidak akan membawanya.



Yang terakhir?

Sebenarnya, saya tidak terlalu sering membawa banyak benda di dalam tas, atau bahkan seringnya ketika bepergian (bukan bekerja) saya hanya membawa dompet dan handphone saja.
Yang penting bisa beli jajan dan lagi-lagi mantengin instagram mantan. wkwk

Tapi karena akhir-akhir ini saya sedang keranjingan bermain game perang-perangan yang membutuhkan dua tombol tambahan untuk shoot dan zoom, dengan maksud supaya nampak lebih pro (yang padahal payah) maka Saya jadi sering membawa trigger atau tombol L1 R1.
Mungkin nanti ketika saya yang mudah bosan ini menyerah untuk bermain game.
Tombol trigger ini akan digantikan dengan alat atau benda lain sebagai pendukung hal atau kegiatan yang sedang senang-senangnya saya gandrungi.







Komentar