5 Blogger Favorit dan kenapa

Day 9


Akhirnya saya bisa juga untuk konsisten menulis dalam kurun waktu sembilan hari ini. Prestasi membanggakan (halah) untuk seseorang seperti saya yang biasanya posting blog satu abad sekali.
Meski challenge 30daysBpn ini sebenarnya baru memasuki angka sepertiga jalan, yang berarti perjuangan saya masih panjang.


Ketika dikejar dengan tenggat waktu, biasanya seseorang akan menurunkan kualitas atau performanya dalam menghasilkan sebuah hasil karya atau dalam rangka menyelesaikan sebuah pekerjaan, karena kurangnya persiapan, ide dan tentunya waktu itu sendiri tadi. 
Yang penting tuntutan akan kuantitas dari 'hasil' tersebut dapat terpenuhi. Biasanya.

Sama hal-nya ketika saya mengikuti challenge ini.
Karena dituntut untuk dapat meng-'hasil'-kan setiap hari dalam satu bulan penuh, saya yang pada dasarnya jarang menulis ini jadi tambah melupakan faktor kualitas dari tulisan yang tengah saya buat. (Memang ada yang berkualitas dari tulisan saya?) 😅
Yang penting konsisten dulu deh, seperti tujuan awal saya ikut meramaikan agenda challenge ini. Hehe

Dalam hal-hal yang berkaitan dengan hobi atau kegemaran, biasanya seseorang akan memiliki idola atau panutan tersendiri (panutanque) yang menginspirasi atau mempengaruhi diri baik secara langsung atau pun terhadap sesuatu hal yang akan kita hasilkan nantinya.

Termasuk dalam dunia blog atau kepenulisan. Saya sendiri memiliki akun-akun blogger favorit, yang sedikit-nya mempengaruhi saya baik secara personal maupun dari segi kepenulisan seperti gaya bahasa atau konten cerita.



Takdos (Mohammad Takdis)

Pertama kali mengenal Takdos atau Mohammad Takdis ini dari salah satu stasiun televisi swasta, yang memiliki program acara keren dengan mengangkat kisah orang-orang yang memiliki jalan hidup yang inspiratif. 
Apa yang inspiratif dari si abang Takdos ini?
Inspiratif karena dia bisa jalan-jalan keliling dunia, dengan budget yang ala kadarnya. Benar-benar se-ala kadarnya. 
Pembawaannya yang seru dan kocak membuat saya merasa klop, dan terus ingin mendengar kisah ke-gembelan-nya yang jujur dan menghibur dalam mengarungi negara-negara dari berbagai belahan dunia ini, melalui akun blog miliknya www.whateverbackpacker.com.

Jika tulisan disebut-sebut menggambarkan kepribadian penulisnya, saya rasa ini sangat berlaku bagi si "pria" ini.
Tulisan dan pembawaanya sama-sama kocak dan jujur. Meski terdapat banyak kata yang terlalu 'frontal' di dalam hampir setiap cerita perjalanannya yang keren itu, perjalanan yang semakin membuat saya pingin mencoba trip ke luar Indonesia. 



Amalia Fathonaty

Mbak Amalia atau yang akrab dipanggil Ameng ini saya kenal dari salah satu komunitas baca yang di prakarsai oleh musisi indie bernama Fiersa Besari.
Sebenarnya kami belum pernah terlibat percakapan langsung, baik dalam forum grup maupun pribadi.
Dulu saya yang iseng bin kurang kerjaan ini, mencoba mencari tahu seluk-beluk satu-persatu anggota dari komunitas tersebut, yang ketika pertama kali masuk jumlah anggotanya baru diisi sekitar enam puluh orang. #sindrom anak baru gitu 
Dan kemudian bertemu lah saya dengan akun instagram milik mbak Ameng ini yang dahulu disisipi link akun blog miliknya fathonatyamalia.blogspot.com




Tulisan-tulisannya sebagian besar berisi cerita sederhana seputar kehidupannya yang menarik dengan bahasa-nya yang ringan dan menghibur. Sangat enak untuk di baca. 
Bahkan sampai dengan saat ini, ketika ia bisa saja menuliskan sesuatu yang 'wow' begitu karena profesi-nya sebagai jurnalis dalam sebuah media surat kabar di Jogja, ia tetap menggunakan gaya bahasa-nya yang sederhana seperti awal saya membaca akun blog miliknya.
"Agar tetap waras dan tidak kehilangan gaya menulis-nya yang semaunya" katanya. 

Seakan mengamini kata anonim, bahwa menulis itu sederhana, sesederhana bicara. 








Komentar