Tentang Media Sosial

Day 5



Di era yang serba digital ini siapa sih yang gak punya akun media sosial yang sangat beragam jenisnya itu?
sepertinya hampir setengah manusia dimuka bumi ini, atau malah tiga pereempatnya memilikinya.
Pengakses media sosial saat ini juga sudah gak punya batasan usia, jarak dan waktu lagi. dari mulai anak-anak sampai buyut semua menggunakannya, bahkan anak yang baru lahir saja kini sudah dibuatkan akun media sosial oleh para orang tuanya. 


orang tua saya yang notabene wong ndeso (berasal dari desa) dan sudah 60+ saja ikut bermedia sosial, bapak saya pakai akun facebook, dan ibuk malah punya akun instagram segala
Perpindahan dari media luring (offline) ke daring (online) memiliki nilai positif dan negatifnya tersendiri, atau malah menurut saya semua bentuk revolusi baik itu yang cakupannya luas maupun tidak, pasti ada plus dan minusnya.


yang utama dari nilai positif bersosial media selain kemudahan dalam mengakses sebuah informasi sudah tentu sebagai sarana untuk berkomunikasi.


selain itu, dengan media sosial saya yang generasi 90'an dapat bertemu dengan kawan lama yang dulu ketika jaman bersekolah belum semua siswanya memiliki alat komunikasi telepon genggam seperti sekarang ini. 
bukan hanya bertemu kawan lama saja, kawan baru pun saya dapatkan dari bermedia sosial. bahkan saya memiliki beberapa teman yang berkenalan melalui media sosial Facebook dan masih terhubung secara aktif sampai dengan saat ini.

Dampak positif lain dengan cakupan yang lebih luas adalah media sosial dapat dijadikan sarana untuk mempromosikan sebuah nilai barang maupun jasa baik yang dilakukan oleh perorangan maupun sebuah badan usaha, prosesnya sudah tentu jauh lebih cepat, mudah dan murah karena ruang lingkup atau target pasarnya yang sangat-lah luas tadi.




ada positif, ada negatif pula tentunya.

yang paling dominan dari sisi negatif dalam sebuah informasi sudah tentu adalah isu-isu hoax-nya. 
hoax adalah sebuah informasi yang sesungguhnya tidak benar, namun dibuat seolah benar adanya, berbagai motif menjadi landasan seseorang menyebarkan informasi palsu ini.
apalagi didalam kontestasi politik, saling lempar isu hoax dari sisi pendukung penguasa maupun oposisi seperti lumrah adanya.


karena komunikasi dalam media daring sudah dirasa cukup, bertatap muka pun dianggap sudah terwakili oleh komunikasi di media sosial.
Sehingga sebagian besar waktu kita (terutama saya) saat ini kebanyakan dihabiskan untuk berselancar di dunia maya, dan sedikit abai terhadap segala sesuatu yang nyata terjadi di sekitar.
(Sedikit informasi tidak penting, dulu saya bahkan sempat menutup akun sosial media instagram karena merasa tidak banyak mendapat sesuatu hal yang positif disana)

Namun itu semua kembali kepada masing-masing dari pribadi kita, bermedia sosial dapat menjadi sesuatu hal yang positif ketika digunakan dan disikapi secara bijak dan bertanggung jawab #tsedap



karena pada dasarnya segala sesuatu hal, baik itu sifat, kebendaan, peristiwa dan lain-lain memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing, yang membedakan adalah kadarnya saja.
ketika sesuatu hal itu memiliki sisi negatif yang lebih dominan dari sisi positifnya, maka buanglah atau tinggalkan hal atau seseorang yang menjadi sumber energi negatif tersebut.


 

Komentar