5 Situs Belanja Favorit

Day 28


Sudah memasuki angka ke-28 saja ya? yang artinya sudah hampir satu bulan ini saya mengikuti Blog Challenge yang diberikan oleh Komunitas Blogger Perempuan (yang sama hal-nya belum genap satu bulan ini saya ikuti agenda-nya)

Setiap hari kami dituntut untuk bisa menghasilkan sebuah tulisan, yang berkaitan atau dalam batasan tema yang sudah di tentukan per-harinya, selama kurun waktu satu bulan tersebut. Dengan harapan supaya kami bisa terus konsisten dalam menulis, tanpa ada alasan seperti kehabisan ide atau tema cerita .
(yang padahal beberapa tulisan dalam 30 hari ini kebanyakan saya rapel pengerjaannya😅)



Seiring dengan berkembangnya zaman (halah) banyak orang-orang (cerdas) yang giat berlomba untuk menciptakan berbagai teknologi baru sebagai alat penunjang kehidupan yang memudah kan kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari (tanpa bertatap muka) yang dapat di akses hanya dalam satu perangkat elektronik semisal handphone.

Dengan Teknologi kita dapat saling berinteraksi dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun tanpa terbatas pada satu wilayah atau waktu.
Berbagi informasi atau berita, berkirim pesan dan video, atau melakukan transaksi keuangan, misalnya. Bahkan perkara memesan 'ojek' pun semudah tap-tap handphone tanpa perlu bersusah-susah payah untuk keluar rumah.
Termasuk transaksi pembelian online yang kini mulai marak setelah beberapa platform marketplace bermunculan sebagai perantara atau 'penengah' antara penjual dan pembeli yang bertujuan untuk meminimalisir tindak penipuan dalam kegiatan jual beli melalui media daring atau online yang sebelumnya telah jamak terjadi.


Saya pribadi, saya adalah salah satu orang yang sering menggunakan platform atau situs jual beli tersebut untuk membeli sebuah benda yang jarang ditemukan atau karena alasan lain seperti harga jual barang yang jauh lebih murah dibandingkan membeli di toko offline. 
Sesederhana membeli pulsa telepon pun kadang saya lakukan di media tersebut. #nggaya tenan



Tokopedia

Salah satu platform yang memiliki banyak penjual dengan berbagai basic dan asal wilayah yang tersebar merata di penjuru Indonesia (termasuk saya sendiri, haha) selain senang berbelanja melalui situs ini, saya pun memiliki akun sebagai "Penjual" di dalamnya (yang menjual buku-buku milik saya pribadi yang sudah selesai di baca atau sengaja di beli untuk dijual dan juga menjadi reseller sebuah penerbit.)
Tokopedia juga di lengkapi oleh fitur-fitur pembayaran seperti tagihan PLN pasca bayar dan pembelian Tiket pesawat atau kereta, bahkan pemberian donasi atau zakat pun bisa dilakukan melalui situs ini.


Gramedia.com

Situs yang menjual berbagai klasifikasi buku, yang didominasi oleh penerbit-penerbit dalam naungan Kompas Gramedia Group, seperti  Gramedia Pustaka Utama, Elex Media, Penerbit Kompas, KPG dan Grasindo.
Yang menarik adalah selain diskon-diskon yang selalu diberikan, juga terkadang terdapat promo bundling buku karangan satu penulis dan penerbit (yang jika dihitung per-satu harga jual bukunya menjadi begitu murah.) #murahitukoentji


Qlapa.com

Qlapa.com ini adalah salah satu situs marketplace yang bentuknya mirip-mirip dengan Tokopedia, hanya yang dijual didominasi oleh kerajinan tangan atau handmade asal pengrajin Indonesia.
yang saya suka adalah salah satu filosofi situs-nya, yang menggambarkan sebuah pohon kelapa (yang menjadi dasar pengambilan nama Qlapa.com) yang bagian tubuhnya seperti buah, batang bahkan daunnya memiliki manfaat tersendiri bagi kita (manusia).

(kenapa saya tau sebegitu hafal sampai pada filosofi marketplace-nya? karena dulu saya pernah melamar kerja di platform ini, dan sempat diwawancarai melalui telepon. Haha)


Sophie Paris

Situs belanja produk fashion (tas, aksesori, sepatu dan kosmestik) yang sebelumnya (sampai dengan sekarang masih) melakukan metode penjualan langsung melalui program pemasaran berjenjang atau multilevel marketing, yang kemudian merambah ke dunia online.
Tapi jangan terkecoh dengan embel-embel "paris" dibelakangnya, yang mengisyaratkan produk ini sebagai produk import, Karena perusahaan pembuat dan pemasarannya ada di Indonesia alias produk asli Indonesia.


Dekoruma

Mendekor rumah? 
biarpun belum berumah tangga, tapi ketika di hadapkan dengan furniture atau benda-benda pelengkap atau penghias rumah yang cantik dan lucu-lucu, naluri "perempuan" saya rasanya selalu tertarik saja begitu.
Bahkan bisa berjam-jam menghabiskan waktu untuk melihat perabot unik, atau sekedar melihat sprei keluaran terbaru dari fanatisme produk yang saya suka seperti "Ikea" yang tidak bisa saya beli langsung di situsnya karena keterbatasan wilayah.


Komentar