Yang dilakukan di hari libur

Day 20


Jika Libur itu identik dengan liburan, makan dan jalan-jalan.
Bagi saya tidak.

Karena ketika libur, saya resmi menjadi supir atau ojek pribadi bagi ibuk.
Mengantar Ibuk ke Pasar atau Supermarket untuk membeli kebutuhan belanja rumah atau untuk meng-isi warung yang jumlah belanjaanya bukan hanya terdiri dari satu atau dua bungkusan plastik besar.
Mengantar Ibuk ke Arisan yang anggotanya kebanyakan bapak-bapak dan Ibu-ibu, yang membuat saya terkadang hanya mengantar kemudian pergi ke suatu tempat dan kembali datang untuk menjemput.
Atau, mengantar Ibuk ke Toko Kain, yang lebih seringnya saya tinggal beli jajan dan duduk di emperan toko sambil memperhatikan Ibuk yang sedang belanja, sesekali saja saya memberi masukan kain mana yang harus di beli. Hehe

Meski setiap minggu agendanya seperti itu, saya tetap rida menjalaninya. Yaa sesekali (baca:jarang) terpaksa sih, terutama ketika semalam sebelumnya saya begadang dan membutuhkan waktu untuk tidur siang.
Tapi tetap saja saya tidak tega jika harus membiarkan Ibuk pergi sendiri menggunakan kendaraan umum.
Pen-ci-tra-an. Hahaha

Tapi, ketika libur dan kami tidak kemana-mana.
Biasanya saya cuma leyeh-leyeh gak jelas atau melakukan hal-hal random selama seharian (meski lebih banyak ngojek-nya sih daripada leyeh-leyehnya)
Hal-hal random ini terkait dengan mood saya pribadi (atau ini malah bisa menjadi inspirasi kegiatan un-faedah kalian dalam menghabiskan hari libur?)

-Movie Marathon atau Book Marathon seharian
-Main game online seharian
-Beres-beres kamar seharian
-Ngupik abu seharian
-Masak seharian
-Makan seharian
-Mantengin sosial media nya mantan seharian
Atau, hal yang paling ajaib
-Tidur seharian

Tidak ada kongko atau hangout seharian?
Ya karna saya memang jarang sekali menghabiskan waktu seharian untuk nongki-nongki syantique atau belanja baju dan pernak pernik yang lucu.
Tapi ketika mendapat satu kesempatan, saya bisa bepergian dalam beberapa hari sekaligus, tentunya dalam agenda naik gunung ataupun jalan-jalan, yang saat ini sudah mulai saya kurangi kuantitasnya.

Pada intinya, apapun kegiatan dalam mengisi hari libur yang rata-rata hanya saya rasakan selama empat hari dalam sebulan.
Libur itu penting menurut saya, terlepas dari sedikitnya kualitas dari libur itu sendiri yang benar-benar dapat untuk dinikmati.
"Sebagai upaya rehat sejenak dari rutinitas statis (saya) sebagai manusia pekerja."

Komentar