Zakat, Infaq & Sodaqoh

Ramadhan Day 16


Zakat, Infaq, dan Sodaqoh merupakan amal ibadah yang dianjurkan dalam agama islam.
Ketiganya memiliki definisi yang secara umum sama, yakni memberikan sesuatu yang dimiliki sehingga membawa nilai kebermanfaatan bagi orang lain.
Masyarakat umumnya (termasuk saya) seringkali terkaburkan oleh ketiga istilah tersebut karena memiliki definisi yang secara umum sama tadi. 
Padahal, Ketiga amalan ini memiliki hukum dan waktu yang berbeda dalam pemberiannya.
Sebenarnya, Apakah perbedaan Zakat, Infaq dan Sodaqoh?


Dikutip dari ceramah Ustad Adi Hidayat, Lc., MA. berikut penjelasannya

Zakat

Rumah Zakat

Zakat adalah kewajiban terkait harta dan merupakan salah satu Rukun Islam yang diatur berdasarkan Al Qur'an dan Sunah, Oleh karena itu hukum Zakat adalah wajib tanpa pengecualian dan merupakan kewajiban individu (fardhu 'ain) yang dikeluarkan oleh semua muslim yang memiliki harta (mampu).



Jenis-Jenis Zakat
Zakat Fitrah
Zakat fitrah disebut juga dengan Zakat Nafs (jiwa), yakni Zakat yang diwajibkan dilakukan oleh setiap muslim ketika menjelang Idul Fitri pada bulan Suci Ramadhan seperti sekarang ini. Adapun besaran Zakat yang diberikan adalah minimal 2.5 kilogram atau 3.5 Liter makanan pokok.

Zakat Maal
Zakat Maal (Harta) adalah pemberian Zakat dari pendapatan umat Islam, misalnya dari perdagangan, pertanian, hasil laut dan lain sebagainya. Setiap jenis penghasilan umat islam tersebut dihitung dengan cara tersendiri.


Penerima Hak Zakat
"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurua zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah Swt, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" - Q.S At-Taubah 60




Infaq

Dompet Dhuafa

Pengertian Infaq adalah semua jenis pembelanjaan seorang muslim untuk kepentingan diri sendiri, Keluarga, maupun masyarakat.

Infaq dibagi menjadi dua sifat yakni wajib dan sunah. Infaq wajib seperti infaq (nafkah) suami kepada istrinya dan Infaq sunnah seperti infaq seorang anak kepada orang tuanya.
Infaq dapat berupa uang ataupun kebendaan dengan kualitas yang baik.


"Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada Ibu-Bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya." - Q.S Al-Baqarah 215.

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. 
Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". - Q.S Al-Baqarah 267



Sodaqoh

Dompet Dhuafa
Dalam ilmu fiqh, setiap perbuatan baik adalah sodaqoh.
Sodaqoh tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain.
Jika Infaq hanya terbatas pada amalan berupa harta, sementara sodaqoh cakupannya lebih luas seperti memberikan senyuman, kegiatan mendoakan, menyingkirkan batu di jalan, dan sebagainya. 

Kullu ma'rufin Shodaqoh - Setiap kebaikan adalah sedekah
HR. Bukhari








Semoga Bermanfaat 😇

#30HariKebaikanBPN #BloggerPerempuan

Komentar

  1. numpang promote ya min ^^
    Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
    hanya di D*E*W*A*P*K
    dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
    dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)

    BalasHapus

Posting Komentar